Jumat, 24 Juni 2016

Intro Tema Wahai Mantan

Bagi yang mungkin berpikir gue sengaja ngepost jadwal konsep dihari jumat, biar sabtunya bisa tayangin tema Wahai Mantan yang sedang hangat-hangatnya, big WRONG! Bulan puasa statistik google sebenarnya banyak yang mencari tema ramadhan seperti info mudik, tips buat kue lebaran, online shop gamis dan koko termurah, atau tutorial hijab anti peniti dan jarum pentul, supaya visitor blognya naik. Seolah mengabaikan semua itu, gue justru mendatangkan konsep yang jauh dari itu semua. But, bisa aja sih, gue menulis tentang ‘tips minta maaf ke mantan tanpa rasa canggung, dengki, rasa ingin membunuh dan memiliki’ haaa …, haaa …, haaa …, haaa .... Tungguin aja senin nanti setelah gue praktekkan tentunya atau …, TIDAK! *oww nooo!!*

Di pendahuluan ini, sebaiknya gue membeberkan profile mantan, tempat lahirnya, tanda lahirnya, kemudian flashback ke pembuatannya *skip*. Meski ingin, gue nggak mungkin paparkan biodatanya, di artikel sebelum ini gue sudah menyamarkan identitasnya dengan memberikannya nama ‘beliau’ untuk menghormati JASANYA! *dicapslock biar mempertegas, dikasih tanda seru untuk meyakinkan bahwa beliau patut diapresiasi atas kepercayaan dirinya yang telah mampu mempengaruhi banyak orang*

Konten dari tulisan ini akan berawal dari tumbuhnya perasaan suka sampai sekarang, semua kejadian nggak luput gue tuliskan, bahkan respon cewek-cewek yang naksir beliau juga yang juteknya minta ampun ketika gue tegur. Ngomong-ngomong, gue akan sangat sarkastik di tema ini, kalau pernah baca #gengikanasin gue akan menghadirkan Hadiansyah syah syah syajalah di dalam gaya tulisan ini.

Sampai di sini mungkin ada yang bertanya kenapa tulisin mantan? Belum move on?

(Sebagian jawaban ada di artikel sebelumnya dan di artikel ini, gue hanya menambahkan).

Nggak hanya menuliskan tema mantan, di tema lainnya juga gue berpikir untuk sepuluh atau bahkan dua puluh tahun ke depan, tentang memori gue dihari ini yang mungkin saja akan rapuh dikemudian hari. Maka gue tuliskan, maka gue abadikan, maka gue berkarya, agar patah, sedih, resah, gelisah, akan menjadi kenangan atau karya luar biasa yang nggak sia-sia dan bisa gue buka-tutup semaunya.

Bahkan gue sedang dalam projek penulisan kejadian ketika putus di sebuah restoran mie pinggir gang, berjudul ‘yang tertinggal disatu februari: entah menyudahiku atau menyudahimu’ dengan berlagak gaya tulisan ala-ala Haruki Murakami gitu. Tiap kali menyelesaikan satu paragraf gue nangis, gue tenangin diri dulu terus menulis dan menangis lagi. Gue mau tulisin secara detail, gimana reaksinya, gerak-geriknya, nada ucapannya, pakaiannya, gaya rambutnya. Setiap kali beliau ungkapin satu kalimat gue kasih flashback. Ketika kita naik motor untuk terakhir kalinya, gue masukin adegan flashback ketika naik motor perdana, sehingga otomatis gue merangsang memori dikejadian itu terangkat kembali dan bikin gue patah maksimal.

Orang mungkin pikir, “ya, udah sih Bie, kalau bikin lo jadi down nggak perlu ditulisin”. Ini bukan pertama kalinya gue menuliskan hal sedih, tulisin #HappinessTheory gue juga nangis, dipembuatan #theschoolofcomedy gue malah kadang ketawa kadang nangis, dan membuat emosi gue nggak stabil. Semua demi keabadian, demi berkarya agar patah gue nggak sia-sia.

Ciyeee, yang mau mengabadikan mantan *kemudian gue hidup berdasarkan spekulasi kalian*

Mungkin akan ada pertanyaan lagi, kisah mantan yang terbaru doang yang akan diangkat ke blog? Mantan yang lama kagak? Ha? Ape, nyuk? Mantan terbaru? *cengok*

Gue ini jarang pacaran, jarak pacarannya juga jauh-jauh dan singkat-singkat. Nggak pernah modusin cowok karena tiap kali jatuh cinta ibu selalu berpesan, “Bie, jangan coba-coba bermain api” sehingga gue pikir-pikir dulu. Jatuh cinta memang selalu bikin bahagia, memotivasi, menaikkan nafsu. Tapi hati-hati ketika bikin seseorang baper, PHP, terus kalian tahu-tahu malah jadian sama orang lain. Liat deh, zaman sekarang orang kalau sakit hati mulai bawa parang, cangkul sama granat. Udah banyak contoh! Terus kalian mau jadi contoh berikutnya?

Mantan yang lampau sebetulnya sudah banyak gue tuliskan, karakternya menjadi inspirasi dibeberapa buku gue juga, dan bahannya telah habis dituliskan. Jadi karena sekarang ada mangsa baru dan masih belum banyak gue karyakan, gue fokus ke beliau dulu.

Segitu aja intro untuk tema Wahai Mantan hari ini. Gue akan bahas tentang ‘pacar’ dihari lainnya, mungkin akan membuat kalian tercerahkan atas pemikiran-pemikiran minim gue ini tentang pacaran. Terima kasih luar biasa mau baca, dan mudah-mudahan ada impact tersendiri *cieelahh*

I’m Arbie Sheena

Sign out.

Konten untuk Blog yang Bapuk

Oh, ya ampun …, lihatlah betapa bapuknya blog saya. Betah desain burung berterbangan dengan latar coklat selama tiga tahun. Bie, kamu ngapain aja selama ini? Siapa yang sudah menyakitimu hingga kamu amnesia ngurusin blog? *bertanya pada burung-burung berterbangan*.

Saya pikir semua perlu jadwal agar teratur, dan memastikan konten setiap harinya yang memungkinkan esensi dari blog saya tertata, nggak melulu soal kebaperan yang bikin teman saya mules, tentang curhatan yang membuat visitor saya berkata, ‘nih, cewek baperan mulu!’, apalagi curhatan kebaperan tentang mantan yang membuat mantan saya, yah ..., makin menjauh dari pandangan saya akibat minus yang kian bertambah *hening melanda*.

Konten disesuaikan dengan hari dan ditentukan secara acak:

1. Senin ---> Tips-tips tipis-tipis bareng Arbie Sheena

Apapun saya akan angkat di sini, mulai dari tips menulis, memasak, menjahit, menyetrika, mengepel, nyuci piring, dan nggak luput adalah mengendarai motor dan hatimu *disenyumin Lee Min Hoo*

Mengendarai hati? *mikir lembek*

Ada history mendalam ketika saya memakai judul di atas, pada tahun 2013 saya dipercayai memberikan materi atau tips menulis tiap seminggu sekali untuk para anggota sebuah komunitas penulis remaja pemula yaitu Gravil Esidra dengan menggunakan judul tersebut. Makna tips tipis sendiri berawal dari isi materi saya yang sedikit namun mengena *masa sih?* mengingat bahwa dulu saya memberikan materi genre komedi dari mulai slapstik, sarkastik, plastik, sampai ayam dan itik *abaikan* jadi judulnya dikomedikan juga.

2. Selasa ---> Keluarga betawi

Kalau zaman baheula ada keluarga cemara, mulai selasa nanti saya akan menghadirkan kisah ibu, ayah, keempat kakak kandung saya, serta keenam keponakan dan satu lagi sedang OTW *aamiin*

Bagaimana keseruan, keriwehan, kebahagiaan, dan banyak syukur karena hadir di kehidupan mereka sebagai anak bungsu yang sedang mencari jodohnya *azek*.

3. Rabu --->  Motivasiku, memotivasimu juga

Menapak tilas perjalan saya sampai beranjak kepala dua, pelajaran-pelajaran serta pemikiran-pemikiran apa saja yang telah saya dapatkan, terapkan, kemudian dibagikan dan selalu berharap bermanfaat.

4. Kamis ---> Kamu-kamu lagi, cinta-cinta lagi

Ini dia! Saya nggak akan pernah bisa hilangkan konten tentang cinta setelah menjadi begawan patah hati *laugh*

Sejujurnya kapasitas saya untuk berbicara tentang cinta benar-benar minim, namun karena banyak mengobrol dengan teman atas segala pengalaman mereka yang membuat saya merasa harus berbagi. Kebetulan juga saya sedang jatuh cinta dengan seseorang yang ‘mungkin’ sesuai kriteria doa-doa yang selama ini saya panjatkan. Tatapannya sudah sampai di hati saya, tapi entah dengan tatapan saya apa sudah sampai ke hatinya juga? Tergantung pakai JNE atau POS ngirimnya atau malah pakai Wahana.

5. Jumat ---> Cerita pendek

Nah, inti dari blog ini selain berbagi keseharian, menyalurkan passion saya juga. Saya nggak akan membatasi genre yang akan saya kisahkan nanti, tergantung hari itu maunya menulis apa dan ada kejadian apa. Stay tune, di jumat produktif.

6. Sabtu ---> Wahai mantan

Bukan bermaksud mengangkat derajat mantan diingatan dengan menuliskan segala gerak-geriknya, tapi saya gerah dan gelisah kalau ini cuma jadi kritisi batin yang lalu lalang lalu hilang. Mantan di sini akan saya samarkan namanya menjadi ‘beliau’ tadinya mau ‘si ko-kok’ tapi susah cari filosofinya, dan nama ‘beliau’ untuk menghormati jasadnya, eh sori, maksud saya jasanya (dalam hati mantan berkata, “asem lo!”).

Dan ngomong-ngomong ini belum ada cap ‘halal’ sama sekali apalagi perizinan! Jadi teruntuk kamu yang merasa mantan saya, saya cuma mau bilang, “saya bukan mantan kamu.” Karena sesuai moto yang dinukil dari seorang teman, ‘semua teman, semua aman!’.

Percayalah cerita ini mungkin akan sangat-sangat nyata dan menyakitkan, saya sarankan bacanya setelah kamu makan. Ok!

7. Minggu ---> Rekap perjalanan Arbie Sheena selama sepekan

Pesimis ada yang mau baca *ketawa keras*

Rangkuman perjalanan selama sepekan ketika saya ngampus, kena tilang, magang di daerah Depok, lagi jadi babu, lagi di kamar, di dapur atau di hatimu *baper lagi ente dah*. Semuanya akan saya bahas, yang lucu, sedih, kecewa, atau deg-deggan.

Segitu aja konten serta penjelasannya, ini juga memacut saya untuk disiplin menulis di tengah projek solo, ngampus, les dan magang nanti *keliatannya sibuk, padahal kagak!* semoga saya bisa memulainya minggu depan atau justru minggu ini malah lebih bagus lagi.

So, terima kasih banyak sudah berkunjung apalagi baca dengan tampilan blog yang apa adanya ini.

Sehat selalu, dan jaga diri kamu baik-baik di sana.

Arbie Sheena
Sign out

Senin, 20 Juni 2016

Perkara Putus

Pemahaman saya tentang putus membuat saya hampir menjadi begawan patah hati, terutama bagi orang-orang yang belakangan mengalaminya. Mendadak banyak ide yang harus dituliskan, banyak nasihat yang harus dibagikan, banyak kedewasaan menyertai pemikiran dan yang terpenting adalah menyadarkan betapa luar biasa pengaruh putus cinta bagi kebanyakan orang. Karena putus mampu membuatmu menjadi lebih baik atau bahkan lebih buruk atau bahkan sama saja.

Satu hal yang membuatmu lebih buruk saat putus adalah seberapa besar tingkat kekecewaanmu pada pasangan lampaumu. Kekecewaanpun bisa jadi membawamu ke tingkat lebih baik, tergantung lingkungan, pemikiran dan saluranmu.

Karena …,

Putus bukan perkara siapa yang menyampaikannya terlebih dulu, akan tetapi siapa yang mendapat teguran Sang Pencipta duluan untuk dijauhkan oleh orang yang kurang tepat untukmu ke depannya.

Tulisan ini berangkat dari kekecewaan saya terhadap seseorang di masa lalu, beliau yang telah ‘merasa’ ditegur oleh Allah menginginkan memantaskan diri, menjaga diri dari yang bukan muhrim, lantas saya menyetujui karena itu perihal luar biasa baik. Maka saya mengikhlaskannya, maka saya memantaskan diri sesuai pedomannya.

Namun selang beberapa minggu, apa yang terjadi pada dirinya? Beliau tidak berkelakuan sesuai pemikiran-pemikirannya, obrolan-obrolannya, kerelijiusan agung dirinya. Beliau menjadi seseorang yang memang pantas dijauhkan.

Pertanyaan muncul, apa hanya saya yang memantaskan diri? Apa ia hanya perantara teguran Allah untuk saya? Siapa beliau itu sebenarnya? Bagaimana bisa berkata A kemudian berubah B? Dan peringatan macam apa yang akan datang padanya ketika sudah banyak orang yang tersakiti karena lisan dan perbuatannya?

Hingga kini saya mendalami pemikiran alasan saya dipisahkan oleh orang tersebut, tentunya karena Allah sayang pada saya, menjauhkan seseorang yang tidak baik untuk saya ke depannya dan dengan segala syukur saya mengatakan, “Alhamdulillah kita putus”.

Notes: A lot of sadnees in here, padahal namanya Ratu Komedi tapi isinya? Hemm, maafkan saya yang labil ini. Jadi mungkin namanya akan diubah jadi Ratu Labil? Ratu Genre? Ratu Cinta? Azek. Nggak, bercanda kok. Untuk ke depannya akan ada komedi-komedi lagi, saya nggak akan belengkok terlalu lama juga hahaha

So stay tune

Dan terima kasih untuk visitorkuuu ….

Emmmuahh ….

Rabu, 15 Juni 2016

Doa-doa Burukmu

Menyempatkan menulis di blog dulu sebelum menulis artikel lain, kali ini perihal doa.

Ketika kamu disakiti oleh seseorang kamu berhak mengadu pada Tuhanmu, namun seringnya yang keluar adalah doa-doa buruk untuk seseorang itu.

Jika semua doa buruk-buruk itu terkabul, kamu akan bahagia atau menyesal kemudian.

Penyesalan pertama karena doa itu dikabulkan, mungkin saja suatu hari akan berbalik padamu.

Penyesalan kedua, ketika doa negatif itu telah dikabulkan, kenapa waktu itu kamu tidak memilih berdoa positif untuk kehidupanmu?

Maka itu akan jauh jauh jauh lebih baik untukmu dibandingkan melihat orang yang menyakitimu sengsara.

Mulailah saat ini belajar sabar, ikhlas, bijak, berdoa dengan yakin dan intens, meminta perbaikan hati, kehidupan juga nikmat atas iman dll

Notes: berbagi pengalaman, ada beberapa hal yang membuat doamu cepat dikabulkan, pertama yakin kedua jangan egois. Yakin bahwa semua doamu akan dikabulkan. Dan maksud tidak egois, doakan orang-orang di sekitarmu juga.

Salam.

Selasa, 14 Juni 2016

Penipu Perasaan

Apa kamu tahu? Ribuan canda yang kamu berikan lampau, tak lagi membuatku tertawa pada hari ini. Bukankah tak mungkin sumber kebahagiaanku itu kamu?

Tidakkah kamu tahu? Kebiasaanku memikirkanmu, jadi kebiasaanku seterusnya, karena terlalu memanjakan pikiran masa laluku.

Apa kamu tahu? Betapa inginnya aku melihatmu sengsara setelah mendatangkan kesedihan yang bukan resolusiku pada tahun ini, namun sisa sayang selalu membatalkannya.

Tidakkah kamu paham? Banyaknya maaf yang kamu ucapkan, tapi tak satupun menancap untuk kuberi iba, karena sesungguhnya tak ada yang salah dari pertemuan kita.

Tidakkah kamu tahu? Terima kasihku semata hanya ingin membuatmu paham bahwa ada yang menghargaimu. Karena hingga kini, aku belum mampu menerima perginya langkah kakimu dari masa depanku.

Apa kamu merindukanku? Menangisiku? Melihatku? Sementara aku tidak melihatmu.

Apa kamu merasa aku manusia paling jahat ketika aku tertawa lepas pada orang lain?

Apa kamu mengingatku saat malam? Menginginkanku kembali? Bangun dari tidur jam dua malam berkeringat karena takut kehilanganku yang sudah terlanjur hilang.

Apa kamu memimpikanku tidak menghiraukanmu? Menjalin cinta bersama orang lain yang lebih baik dari segi apapun darimu, percayalah itu adalah seburuk-buruknya mimpi.

Apa sesekali kamu ingin menipiskan jarak? Berbincang tentang kehidupanmu yang terus berjalan, masalah-masalahmu yang tak henti ada, untuk bahan obrolan dan evaluasi diri, kemudian berteman baik bukan lagi tabu seperti yang kita canangkan dahulu.

Apa karena tanpamu aku tampak baik-baik saja, dan gemetar dari sikap kecanggungan dan prasangka-prasangka bahwa aku membencimu, kamu jadi tidak punya keberanian untuk mendekatiku?

Tapi sayang  …, kita adalah sepasang penipu perasaan paling ulung sedunia.

Senin, 13 Juni 2016

Kamu tidak Sakit Hati Sendirian

Hanya dalam sehari.

Saya menyaksikan sendiri hari ini tepatnya senin di tengah mata kuliah Projek Manajemen. Teman saya menangisi mantannya yang terlalu intens dengan seorang wanita, setelah mendengar kabar bahwa mereka putus karena adanya perselingkuhan dari pihak pria. Dia sesegukan dengan suara yang ditahan padahal beberapa menit lagi ia akan melakukan presentasi di muka kelas. Sakit hatinya masih baru dari kedalaman cintanya yang harus ditarik paksa.

Sementara tiga puluh menit menuju tengah malam, seorang teman bercerita lewat aplikasi chat tentang kekecewannya pada kekasihnya, saya paham deritanya, sesaknya, tangisnya meski hanya diselipkan emoticon, saya menenangkannya sebentar, dan berdoa semoga esok nasihat saya membuatnya mengubah pemikirannya.

Dan selalu ditiap mata pelajaran kuliah, saya harus menyantap mantan saya bercanda mesra dengan teman wanita lainnya, yang lebih cantik dan mampu berkomunikasi dengan baik apapun candaan yang ia buat, yang menyentuh tangannya yang dulu sering tak sengaja tersentuh oleh saya, yang tatapannya dulu tak pernah luput dari tatapan rasa sukanya kepada saya, yang lawakan-lawakannya membuat saya melupakan bila suatu hari tak lagi bisa tertawa bersamanya.

Menyaksikan, mendengar, merasakan beberapa kisah ini dalam sehari, apakah kamu masih menganggap bila yang berduka hari itu hanya kamu?

Kamu tidak sakit hati sendirian.

Jangan bersedih!

Notes: Bagi kamu yang sedang bersedih atau membutuhkan teman curhat, bisa kirimkan cerita kamu ke email saya penulissheena@gmail.com mudah-mudahan saya bisa menjadi teman sekaligus pendengar yang baik untuk kalian.

Selasa, 17 Mei 2016

Landasan Bahagiamu


Sebagai penulis novel ketika terluka mental atau batin, cara saya mengungkapkan kesedihan yaitu lewat menulis komedi. Ketika kesedihan saya menghasilkan karya, dibaca dan diapresiasi ketika itu saya sembuh. Karena saat saya berbagi kebahagiaan lewat tulisan, saya percaya akan ada seseorang lain di sana yang mempunyai tujuan serupa untuk membahagiakan saya.

Kebahagiaan itu harus ditarik sesudah kekecewaan mendalam. Ketika kamu mampu paham bahwa kekecewaan nggak membuatmu berkembang, aktivitas seratus persenmu teralihkan, menggerogoti dirimu yang ceria, kamu mencari cara untuk kembali pada kebahagiaan, karena kecewa itu nggak ada yang abadi.

Berbincang tentang kebahagiaan dan kesedihan, saya pernah bertanya pada seorang teman cara supaya kita bisa menjadi sumber kebahagiaan dan kesedihan bagi diri sendiri, bukan melulu orang lain.
Yang saya maksudkan, ketika kamu berkumpul dengan sahabat, sahabatmu itu humoris parah, kemudian ketika kalian pulang, tawa itu nggak bertahan karena sumber kebahagiaannya sudah pergi. Kamu jadi kesepian, kesedihan datang. Dan kembali, orang itu lagi-lagi menjadi sumber kesedihan kamu.

Teman saya sempat kebingungan, tapi bagusnya dia jawab dengan baik dan religius.

Dia menyampaikan, bahwa sumber segala kebahagiaan dan kesedihan berawal dari hati dan sang pembolak-balik hati hanya Allah SWT. Jadi dekatilah Allah, minta pada-NYA agar mengganti kesedihan dengan cahaya Al-Quran, itu konsepnya. Kalau ikhtiarnya, buat diri sendiri sibuk dengan hal yang berguna, disaat sedih terima dengan ikhlas, lama kelamaan hati akan bertambah kuat dan kesedihan yang ada kini nggak akan bisa menyakitimu lagi.

Jadi sumber kebahagiaan dan kesedihan kamu bukan lagi bergantung pada makhluk tapi pada Sang Pencipta. That’s the key.

Di novel karangan saya Happiness Theory, saya pernah menuliskan bahwa bahagia itu dari pikiran. (Jawaban lain yang saya benarkan namun seringnya lupa diaplikasikan ke kehidupan, bahwa bahagia itu bersyukur apapun yang didapat dan terjadi).

Mengenai bahwa pikiran mempengaruhi sebagian besar aktivitas kebahagiaanmu, ada studi yang dilakukan Arbie Sheena berdasarkan pengamatan dari Universitas Kehidupan. Kesia-siaan itu ada dua hal: Bicara dan pikiran yang sia-sia.

*Bicara yang sia-sia, seperti kamu bergosip tentang keburukan seseorang padahal belum kenal secuilpun.

*Pikiran yang sia-sia, memikirkan sesuatu yang membuatmu nggak antusias, menghambat kinerjamu, kegalauan, kepesimisan, hal-hal belum kejadian tapi sudah kamu prediksi duluan berdasarkan ilmu pengetahuanmu tentang realitas yang minim.

Dan pikiran-pikiran itu membuat kebahagiaanmu tertunda.
Sementara dari seorang dosen yang ia kutip dari sebuah buku, orang nggak bahagia karena fisik dan otak nggak menyatu. Fisiknya tinggal disebuah tempat tapi pikirannya ke mana-mana. Saya sering melihat orang-orang yang nggak ‘menyatu’ tersebut, contoh terdekatnya emak saya.

Tiap kali saya menyetel televisi, emak yang lagi rehat masak pasti muncul, ambil remot terus ganti channel gosip-gosip, kemudian saya tinggal ke kamar. Ketika saya dengar acara itu berganti iklan, saya kembali lagi ke depan tv, dan melihat emak termenung di sana.

Dan ketika saya tegur, “Emak ngelamun?” dengan nyolot emak membalas, “enak aja, orang lagi nonton tipi.”

“Lah, tapi itu iklan, Mak, ngapain ditonton?”

Kemudian emak spontan ambil remot, mengganti channel gosip-gosip lain. Apa saya harus berspekulasi emak sukanya nonton iklan?

Bukan, saya rasa karena emak sedang melamunkan sesuatu hingga gagal fokus pada sesuatu yang di depannya.

Saya juga sering datang ke acara seminar, kajian atau ceramah. Penonton yang menyimak mungkin cuma lima persen, sisanya menyimak semenit, kemudian pikirannya ngambang, nyimak dikit terusnya pikirannya lari-larian lagi.

Ketika seorang teman saya ajak diskusi, dia bilang, “emang barusan bahas apa, sih?” Lah …, dalang-dalang …. (beda cerita kalau pengisi seminar tersebut bisa angkat suasana).

Ingat! Kesulitan fokus sering mengganggu karena kamu terlalu memanjakan lamunan.
Pikiran yang sia-sia.

Biarkan saya bernostalgia dengan pertanyaan, jadi …, apa teori kebahagiaanmu?

*Pembacaku, di artikel selanjutnya saya akan berbagi dongeng tentang Desa Tawa dan Desa Duka.