Postingan

Jerit Tangisku di Waktu Imsak

Cerpen Komedi Pertama yang Ditulis Arbie Sheena Di pagi yang nggak mendung nggak panas ini, di tengah suasana semiriwing angin sejuk adem semilir dari kipas angin. Gue bangun dari yang namanya mati sementara, kira-kira udah delapan jam-an gue meringkuk di kasur sejak kemarin malam. Sambil ngulet dan mengucek mata, aku membangunkan diri dari tempat tidur, lalu berjalan ke dapur untuk sekedar mencari minuman segar di lemari es. entah kenapa tengorokanku kering banget pagi ini?. Aku pun mengambil sebuah gelas di rak piring, membuka kulkas, mengambil sebotol air es lalu menuangkan airnya ke dalam gelas. Saat bibir gelas hampir merangkak naik menuju ke mulutku, tiba-tiba ada suara jelek yang gak enak buat di dengar manggil-manggil namaku dari arah pintu masuk. eh….! ternyata itu suara Emak. “ UDINNN…....!!.” suara stereo menggelegar keluar dari mulut Emak sambil menghampiriku dengan cepat. Sontak aku tersentak hebat, air yang tadinya akan tumpah ke mulut malah tumpah membasahi ...

Teddy Bear dan Sekotak Coklat

Gambar
Ia selalu menunggu di tempat yang sama. Di detik yang berlalu tanpa ia tahu. Di cuaca yang tak menentu dengan tampak yang agak kusam. 14 Februari hari di mana kesepian menjadi kesenangan. Kerinduan menjadi kecanduan. Dan permohonan menjadi perwujudan. Ia hanyalah sebatang coklat tua yang periang namun tak kalah manis meskipun langkahnya dibatasi sebuah dinding cermin. Ruangannya yang disebut etalase hanya muat untuknya berdiri tegap bersama boneka Teddy Bear setinggi 10 centimeter di sampingnya. Tak peduli betapa iba matanya—orang-orang berlalu lalang—memilih untuk menghiraukannya, sekalipun mereka tidak berpikir untuk membelinya dan membawanya pergi dari tempat ini. Terpaan angin musim salju membuat mereka mencambuk langkah kaki agar lebih cepat sampai di kediaman hangat. Di luar dingin—sementara di tempat itu terasa pengap, ditambah rasa kecewa yang tinggi saat seseorang membawa salah satu teman—bukan diri mereka. “Hari ini sudah 100 temanku terjual, tapi hanya aku yang t...

Hanya Kucing dan Aku

Aku kenal seekor makhluk namanya Babon. Dia hanya seekor kucing betina liar, tidak lebih. Kerjaannya tidur, jalan, menjilati anggota tubuhnya, sesekali meminta makanan dengan paksa pada anggota keluargaku. Aku selalu merasa terganggu dengan sikapnya yang sok minta dikasihani. Terkadang matanya lebih nanar daripada seorang pengemis dan itu membuatku luluh juga. Aku selalu memberinya tulang ikan setiap kali Babon main ke rumah. Tapi akhir-akhir ini dia sering menolak, alasannya mudah, kemarin dia pernah ketulangan sampai mogok makan selama dua hari, sungguh ironi. Karena hal itu, Ibu marah besar padaku dan berniat mengusirku dari rumah. Tapi rasanya tidak adil, aku diusir karena seekor kucing ketulangan? Aku merasa bersalah dan segera meminta maaf pada Babon. Babon memberikan satu dari empat ‘kakinya’ padaku, berniat bersalaman. Untuk seukuran kucing, dia benar-benar tidak sopan. Lantas aku  mengurungkan niatku untuk meminta maaf. *** Sebulan kemudian aku dan keluargak...

Happiness Theory

Gambar
Judul: Happiness Theory Penulis: Arbie Sheena Tebal: 292 hal Terbit: Akhir Maret 2013 No. ISBN: 978-602-19335-8-9 Harga: Rp 49.500 (open PO diskon jadi Rp. 42.100) Jung Jaehye tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang gadis tanpa emosi bernama Song Hyemi. Hidupnya mulai diliputi ketakutan ketika mengetahui dirinya duduk di bangku siswa yang kabarnya dibunuh oleh Hyemi. Celakanya, siswa tersebut juga bernama Jaehye! Karena hal itu, banyak yang berspekulasi Jaehye akan menjadi korban selanjutnya. Ketakutannya makin menjadi-jadi ketika Jaehye memergoki Hyemi sedang membelah katak dengan sadis di laboratorium. Bagaimana tidak, ia sendiri nyaris menjadi korban berikut setelah si katak malang itu! Namun… seiring berjalannya waktu, mengapa ia malah terus memperhatikan Hyemi? Terlebih, setelah Jaehye menemukan novelet berjudul “Happiness Theory” di kamarnya.

Antologi by De Teens

Gambar