Gennie
Perlahan, Nene k Mine membuka pintu ruang ba wah tanah hingga berdenyit. Jin—berkulit biru langit itu, mengambang m embelakanginya . Jinno begitu serius menonton tayangan kehidupan manusia dari sebuah cermin kehidupan berbingkai putih , hingga tak menyadari kehadiran Nenek Mine . Kadang Jinno melonjak histeris, tertawa dan mengeluh ketika seorang manusia tidak kunjung berhasil mendapatkan apa yang didapatnya. Hal itu membuat Nene k Mine khawatir dengan kondisi kejiwaan Jinno. “Kau sedang apa, Jinno?” Nenek Mine mendekat, gema parau Nene k Mine menggelitik daun telinga cucunya . Namun, Jinno malah menopang dagu tanpa menjawab pertanyaan. “Kau sedang apa, JINNO?” Nene Mine berteriak mengulangi pertanyaannya. Jinno masih diam, airmukanya menunjukkan kemalasan luar biasa , “Jinno sedang mengamati tingkah laku manusia, NENE K MINE!!” Jinno meninggikan suaranya geram. “APAA? DASAR TIDAK SOPAN!!” teriak Nene k Mine tak kalah kencang. Jinno mengorek telinganya dengan ke...