Postingan

Yang nikah duluan, berarti yang kalah!

Gambar
Untuk mengawali tulisan ini, biar gue beberkan dahulu alasan gue memasang judul di atas. Kalimat yang gue gunakan sebagi konten kali ini dikatakan oleh seorang teman yang punya pengalaman ditinggal nikah mantannya yang masih amat dia cintai. Di dalam sebaris kalimat di atas, gue merasa telah menemukan sudut pandang baru dari seorang yang hatinya rapuh kemudian dikuatkan dari hasil pengalaman perasaan sakit yang dia dapatkan. Di setiap obrolan, gue memang rajin membahas apapun yang gue kuasai terutama tentang ‘kegagalan asmara’. Seolah ketika orang-orang melihat muka gue, orang langsung pikir, “oh, ini orang cocok buat tampung cerita asmara gue, kayaknya gue harus curhat sama dia, deh.” Mungkin muka gue adalah simbol kegagalan asmara yang paling merana. You’re my T.T You’re my T.T (Twice – T T) Jadilah dari mereka-mereka ini gue banyak belajar soal sudut pandang asmara, meski kadang nggak bisa kasih solusi apapun karena sekali lagi gue sebutkan, gue bukan...

Mars Partai Perindo, enyahlah dari benakku!

Gambar
Oleh perindo, oleh perindo, jayalah Indonesiaaaaa …. Segitu aja lirik mars sebuah partai tereksis yang bisa gue kasih. Ok, cukup, cukup! Sekarang marsnya jadi terngiang-ngiang, kan! Oleh perindo, oleh perindo, jayalah Indonesiaaaaa …. Stop! Stop! Stop! Oleh perindo, oleh perindo, jayalah Indonesiaaaaa …. Tidakkkkkk!!!! *** Sebelumnya, gue membahas tentang sebuah sinetron yang kepemilikan hak tayangnya jatuh kepada stasiun televisi si pionir partai tersebut. Setiap segmen sinetron usai, iklan akan mengambil alih waktumu untuk pergi sejenak dari televisi untuk buang air, nyemal-nyemil, main game android, atau stalking gebetan yang ternyata sedang ta’aruf dengan wanita lain (salam hidup penuh curhat colongan!). Kita disuguhkan berbagai iklan, dari iklan shampo, sabun cuci, balsem, sim card, dan yang paling krusial adalah iklan sebuah partai.   Oleh perindo, oleh perindo, jayalah Indonesiaaaaa …. Bang stop! Stop! Stop! Kiri, kiri, ki...

Sinetron Anugerah Cinta

Gambar
Naura dan Oki, duo bersaudara miskin, soleh dan solehah, tabah, tapi mukanya kebule-bulean, dan alisnya disulam ini sama-sama merantau ke Jakarta demi mencari orangtua kandungnya. Selama berada di ibu kota yang kejam, Naura mendapat pekerjaan di kediaman Pak Hutomo sebagai pembantu, APA? IYA! PEMBANTU! Karena alis Naura, eh, maksud saya karena kecantikan, kesucian, kelembutan, ke maha sabarannya, anak lelaki pak Hutomo bernama Arkha pun jatuh cinta padanya, vice versa pada Naura. Akan tetapi, jatuh cinta di tengah latar belakang yang berbeda menimbulkan konflik yang mana selama dua jam sinetron ini berjalan, selalu ada makian, derita, tangisan, doa-doa yang nggak kunjung di ACC, penganiayaan serta kutukan sinis dari Ibu Arkha, adik Arkha (Tiara), calon istri Arkha yang bohai dan kaya raya tapi galak (Kinta) serta ayah dan ibu Kinta. Setidaknya Naura bisa bernapas lega karena cinta Arkha tidak mudah goyah selama puluhan episode, serta dukungan dari ayah Arkha yang ari...

Tips Menyembuhkan Racun Cinta Mantanmu

Gambar
  Ciyeeee …, tentang mantan lagi * biar mantan bahagia dong * Banyak banget tersebar artikel cara melupakan mantan di google, dari mulai bakar atau jual barang-barang pemberiannya, anti pergi ke tempat-tempat yang pernah kalian kunjungi, hapus semua fotonya, blokir semua sosial medianya, cari pengganti yang sebelas dua belas kayak Song Jongki, semuanyaaaa …, tentang melupakan. Sayangnya, saya rasa mayoritas cara itu nggak berguna seperti rasa kangen kalian sekarang yang nggak ada lagi penampungnya. Cara itu akan berefek pada keenggakdewasaan kalian dalam menanggapi kekecewaaan. Kemudian melupakan seolah-olah jadi beriringan dengan permusuhan . Sebuah pertanyaan akan muncul kepada para move on-ers, kenapa sih kalian bertekad ngelupain mantan? Apakah ketawanya, nada suaranya, tatapannya, serta keberadaannya sudah mengganggu fokus kalian? Coba diserapi lagi, mungkin bukan mau melupakan, melainkan keinginan menghilangkan rasa sayang, cinta, kangen yang terlanjur melekat,...

Menulis adalah penyembuhan diri (1)

Saya sudah menulis sejak september 2008, tahun paling produktif, sedang antusias-antusiasnya, imajinasi sangat tinggi, full time writer, namun sayangnya saat itu media masih belum mendukung. Akan tetapi hal tersebut bukan penghalang untuk mewujudkan mimpi saya, saya menulis di banyak buku tulis atau jurnal yang biasanya diberikan kakak sebagai oleh-oleh dari kantornya. Di tahun tersebut kira-kira ada belasan naskah yang saya tulis, yang berarti belasan buku. Gaya menulis saya waktu itu masih memakai sistem skenario absurd. Semisal, Johnny: Apa kabar lo? (dengan senyum) Ade: Bae-bae aja. Itulah yang terjadi kalau baru belajar menulis, belum paham faedahnya, tapi mau buru-buru menerbitkan buku. Semakin lama saya mengerti suatu hal bahwa kesuksesan tercapai bukan karena terburu-buru tapi dengan kekonsistenan. Saya masih harus banyak berlatih, membaca, mengambil pelajaran dari hikmah pengalaman, bagaimana menulis naskah yang penuh nutrisi sehingga pembaca dapat sesuatu setelah menyele...